Memakan binatang sembelihan mereka

Allah berfirman: makanan (sembelihan) orang-orang yang diberi al-Kitab itu halal bagi kalian, dan makanan kalian halal pula bagi mereka (Qs. Al-Maidah: 5). Para ulama klasik tidak ada yang berbeda pendapat bahwa yang dimaksud adalah sembelihan mereka. Imam Bukhari mengatakan: Ibnu Abbas berkata: makanan mereka maksudnya adalah sembelihan mereka. Begitu pula Ibnu Mas’ud, Mujahid, Qatadah, Imam Hasan dan ulama-ulama lainnya.. Ibnul Mundzir mengatakan: setiap ahli ilmu (cendekiawan) yang menguasai Hadis sepakat atas pendapat ini.. hanya orang-orang Syi’ah saja yang mengharamkan sembelihan mereka. Ahmad bin Al-Hasan At-Turmudzi berkata: saya bertanya kepada Abu Abdullah tentang sembelihan ahli kitab, dan beliau menjawab: tidak apa-apa, saya bertanya lagi: atas landasan apa Anda berpendapat demikian? Beliau menjawab: Hadis Abdullah bin Mughaffal.
            Hadis Bukhari dari Abdullah bin Mughaffal menyebutkan: ketika kami sedang mengepung Khaibar ada orang yang melemparkan tas ransel (kantong) yang berisi lemak, kemudian saya turun untuk mengambilnya, saya menoleh ternyata ada Nabi Saw.
            Hambal berkata: saya mendengar Abu Abdullah berkata: makanan (sembelihan) orang-orang Yahudi dan Kristen boleh dimakan dan hukum ini khusus bagi ahli kitab. Sedangkan sembelihan selain mereka, seperti orang-orang penyembah berhala dan orag-orang Majusi tidak boleh dimakan. Ini jika orang ahli kitab tersebut tidak menyebut selain nama Allah Swt, jika dia menyebut selain nama Allah menurut Imam Ahmad ada dua riwayat:
Pertama, haram hukumnya, ini menurut pendapat mayoritas ulama, para imam yang tiga, Abu Hanifah, Malik, Syafi’i dan yang lain, diriwayatkan pula dari Ali bin Abi Thalib, Abu Darda, Abu Umamah, Irbadh bin Sariyah dan Ubadah bin Shamid Ra.
Riwayat kedua menurut Ahmad: hukumnya tidak haram meski menyebut nama selain Allah, ini pendapat Atha’, Mujahid, Makhul, Al-Auza’i dan Laits. Sebab perbedaan pendapat adalah bahwa yang menyebut nama selain Allah termasuk dalam keumuman firman Allah Swt: babi dan semua sembelihan yang disembelih dengan nama selain Allah (Qs. Al-Baqarah 173). Dan keumuman firman Allah:  makanan sembelihan orang-orang yang diberi al-Kitab itu halal bagi kalian, dan makanan kalian halal pula bagi mereka. (Qs. Al-Maidah: 5). Letak perbedaannya adalah keumuman keduanya, salah satunya mengharamkannya sedangkan yang lain membolehkannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s