Membiarkan keyakinan ahli kitab

Allah berfirman: tidak ada paksaan untuk memeluk agama Islam, sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat (Qs. Al-Baqarah: 156). Al-Hafizh Ibnu Kasir menyebutkan penafsirannya: yakni, janganlah kalian memaksa seseorang untuk memeluk agama Islam, karena bukti-bukti kebenarannya sangat jelas dan terang. Seseorang tidak perlu memaksa siapa pun untuk memeluk agama Islam, seandainya Islam memerintahkan umatnya dengan perintah yang tegas untuk memaksa para ahli kitab, agar mereka meninggalkan agama dan keyakinan mereka dan masuk agama Islam, niscaya tidak akan ada seorang pun ahli kitab di negara Islam yang tetap memeluk agama dan keyakinannya. Sangat mudah sebenarnya memaksa kelompok minoritas ahli kitab untuk memeluk Islam sejak empat belas abad lamanya, dimana mereka hidup di bawah naungan kelompok mayoritas muslim, terutama pada masa awal Islam, ketika pemerintahan Islam sangat kuat dan sangat menakutkan. Tapi Allah menyuruh kita untuk membiarkan mereka tetap memeluk agama mereka dan tidak memaksa mereka untuk menggantinya, karena Allahlah yang akan meminta pertanggungjawaban mereka pada hari kaimat nanti.

            Sedangkan mengajak mereka pada jalan dan agama yang benar hukumnya boleh bahkan wajib bagi kita. Begitu pula mendebat mereka mengenai hal itu, tapi: janganlah kalian mendebat ahli kitab kecuali denga cara yang paling baik, kecuali orang-orang yang zalim diantara mereka (Qs. Al-Ankabût: 46). Apa yang diajarkan syariat kita ini tidak diketahui apalagi dilakukan oleh kelompok-kelompok ahli kitab terhadap sesama mereka sekalipun. Orang-orang Yahudi sendiri yang tidak mempercayai Isa As, tidak mau mengikutinya, menuduhnya dengan kebohongan dan dengan berbagai cara yang untuk menyebutkannya lisan kita tidak sanggup. Tidak hanya melakukan hal itu, mereka juga memaksa, menyiksa dan ingin membunuh serta menyalib Isa: mereka tidak membunuhnya, tidak menyalibnya tapi kami serupakan dia dengan salah seorang dari mereka. Mereka juga berusaha memaksa para pengikut Nabi Musa untuk meninggalkan agama mereka, bahkan sebagian kelompok orang-orang Kristen sendiri tidak berbuat sebaik yang kita lakukan terhadap mereka diantara sesama mereka. Belum hilang dari ingatan kita bagaimana penganut Kristen Ortodok Romawi menindas dan memaksa peganut Kristen Koptik Mesir sebelum Islam datang ke sana untuk membebaskan mereka, kami kira hal ini juga sebenarnya belum hilang dari ingatan mereka sendiri.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s