Membantah Tuduhan Mereka

Image

Setelah membeberkan gambaran toleransi umat Islam yang sangat mengagumkan dalam berinteraksi dengan pihak lain, sehingga bisa membungkam mulut orang-orang yang telah lancang mengatakan bahwa Islam mendorong atau menyuruh menindas orang lain yang tidak seagama, dalam bagian ini kami akan memaparkan gambaran yang dimuat Al-Quran dan disebutkan dalam Hadis, penindasan yang sebenarnya yang terjadi terhadap orang-orang Kristen ketika mereka masih memeluk agama yang benar, yaitu gambaran penindasan terhadap ahli kitab dan orang-orang shaleh sebelum diutusnya Nabi Muhammad Saw.

Diriwayatkan dari Shuhaib bahwa Rasulullah bersabda, “Ada salah seorang raja sebelum kalian, dia memiliki seorang tukang sihir. Ketika si tukang sihir sudah tua dia berkata kepada sang raja: saya sudah tua, maka kirimkan kepadaku anak kecil untuk diajari sihir. Di jalan menuju ke rumahnya, lewatlah seorang pendeta yang kemudian mampir dan mendengar kata-katanya. Si pendeta mengaguminya, ketika si tukang sihir melewati tempatnya si rahib dia mampir juga, di saat anak kecil ini mendatangi tukang sihir dia dipukul, si anak kecil mengadu kepada si pendeta yang kemudian memberinya nasihat: jika kamu takut pada tukang sihir katakan saya ditahan keluarga saya, dan jika kamu takut pada keluargamu, maka jawablah saya ditahan tukang sihir, dalam pada itu tiba-tiba datang binatang besar yang telah menahan penduduk setempat, anak kecil itu berkata: hari ini saya ingin tahu, apakah tukang sihir itu yang lebih baik atau si pendeta, lalu dia mengambil batu sambil berdoa: ya Allah jika si pendeta lebih Engkau cintai daripada si tukang sihir, maka bunuhlah binatang besar ini sehingga penduduk kampung bisa terbebas. Anak kecil itu melemparkan batu yang ada di tangannya dan binatang tersebut pun mati. Orang-orang kampung berhamburan melepaskan diri dari binatang besar. Anak kecil itu mendatangi si pendeta dan menceritakan hal tersebut. Si pendeta berkata: anakku, sekarang kamu lebih baik dari saya. Kamu telah mencapai tingkatan yang lebih tinggi. Kamu nanti akan diberi cobaan dan ketika kamu diberi cobaan jangan bawa-bawa nama saya. Anak kecil itu sudah mampu menyembuhkan penyakit buta dan lepra dan mengobati penduduk kampung dari berbagai macam penyakit. Salah seorang anggota majelis raja yang buta mendengar hal itu. Dia pun membawa berbagai macam hadiah seraya berkata: ini semua akan menjadi milik Anda jika bisa menyembuhkan saya. Anak kecil itu menjawab: saya tidak bisa menyembuhkan siapa pun, karena yang menyebuhkan hanya Allah Swt. Jika kamu beriman kepada Allah, maka saya akan mendoakanmu sampai Allah menyembuhkanmu. Orang tersebut beriman kepada Allah dan Allah pun menyembuhkannya. Orang itu menghadiri majelis raja sebagaimana biasanya, sang raja bertanya kepadanya: siapa yang mengembalikan penglihatanmu? Orang itu menjawab: Tuhanku. Sang Raja bertanya: apakah kamu punya Tuhan selain saya? Orang itu menjawab: Tuhan saya dan Tuhanmu adalah Allah. Orang itu ditangkap dan terus disiksa sampai memberi tahu tentang anak kecil yang menyembuhkannya. Dipanggillah si anak kecil. Sang raja bertanya: anakku! Sihirmu telah mampu menyembuhkan orang buta dan penyakit lepra, kamu juga bisa ini dan itu. Anak kecil itu menjawab: saya tidak bisa menyembuhkan apa-apa. Yang bisa menyembuhkan adalah Allah Swt. Anak kecil itupun ditangkap dan disiksa terus menerus sampai dia memberi tahu tentang si pendeta. Didatangkanlah si pendeta dan di atas belahan kepalanya disediakan gergaji, kemudian dibelahlah sampai tubuhnya terbelah dua. Setelah itu didatangkanlah anggota majelis raja, dikatakan kepadanya: kembalilah (bertaubatlah) dari agamamu, orang itu menolak. Lalu diletakkanlah gergaji di atas belahan kepalanya dan dibelahlah tubuhnya hingga terbelah menjadi dua. Kemudian turun perintah untuk mendatangkan si anak kecil. Setelah itu dikatakan padanya: kembalilah (bertaubatlah) dari agamamu. Tapi anak itu menolak. Lalu dia diserahkan pada beberapa orang pengawalnya seraya berkata: bawalah anak ini ke atas gunung, jika sudah sampai di puncaknya, beri dia pilihan, mau bertaubat atau akan kalian lempar ke bawah. Para pengawal tersebut membawa si anak kecil ke atas gunung. Sesampainya di sana, si anak kecil berdoa: ya Allah perlakukan mereka sesuai kehendak-Mu, tiba-tiba gunung bergoncang dan para pengawal itu jatuh ke bawah, sedangkan si anak kecil kembali ke hadapan raja dengan berjalan kaki. Sang raja bertanya kepadanya: apa yang terjadi terhadap para pengawalmu? Si anak kecil menjawab: Allah telah menunjukkan kekuasaan-Nya kepada mereka. Sang raja menyerahkan anak kecil itu ke pengawal yang lain seraya berkata: bawalah anak kecil ini ke laut, beri dia pilihan, bertaubat atau dilempar ke laut. Para pengawal itu pun membawa si anak kecil. Sesampainya di sana si anak kecil berdoa: ya Allah perlakukan mereka sesuai kehendak-Mu. Tiba-tiba kapal menjadi oleng dan para pengawal itu tenggelam semua. Sedangkan si anak kecil kembali ke hadapan raja dengan berjalan kaki. sang raja bertanya kepadanya: apa yang terjadi terhadap para pengawalmu? Si anak kecil menjawab: Allah telah menunjukkan kekuasaan-Nya kepada mereka. Anak itu kemudian memberi tahu sang raja: kamu tidak akan bisa membunuh saya sampai kamu melakukan apa yang saya perintahkan. Sang raja bertanya: apa itu? Si anak kecil berkata: kumpulkan semua orang di suatu tempat. Saliblah saya di batang pohon. Ambillah anak panah dari kantong anak panah saya, letakkan anak panah itu di busurnya, lalu ucapkan: dengan menyebut nama Allah, Tuhan si anak kecil, setelah itu panahlah saya, maka jika kamu melakukan itu kamu akan bisa membunuh saya. Dipanahlah anak kecil itu dengan anak panah yang meluncur tepat mengenai pelipisnya, anak kecil itu meletakkan tangannya di pelipisnya dan dia pun menghembuskan nafas yang terakhir. Orang-orang yang menyaksikan hal itu berkata: kami semua beriman kepada Tuhan si anak kecil, kami semua beriman kepada Tuhan si anak kecil, kami semua beriman kepada Tuhan si anak kecil. Setelah itu datang seseorang kepada sang raja yang mengatakan: sudah lihatkah Anda akan apa yang Anda takutkan, sungguh demi Allah apa yang Anda takutkan telah terjadi, orang-orang telah beriman. Sang raja memerintahkan untuk membuat lobang besar yang di dalamnya diisi kayu bakar, setelah itu dinyalakanlah api, sang raja memerintahkan: siapa saja yang tidak mau kembali ke agamanya maka lemparkanlah ke dalamnya, atau mengatakan pangganglah, para pengawalnya pun melakukan perintah tersebut, hingga datanglah seorang perempuan bersama anaknya yang masih kecil, perempuan tersebut mundur karena takut, tapi bayi yang masih kecil itu berkata kepadanya: ibu, bersabarlah, sesungguhnya Anda berada dalam kebenaran” (HR. Muslim).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s